Langsung ke konten utama

Cerpen 1: Mawar darah.

 Mawar memang indah, terlebih dengan durinya-`

Suatu hari, lahirlah seorang putri cantik. Ia memiliki mata seindah mawar, rambut sehitam rembulan dan bibir semanis gula.

Masyarakat menyebutnya 'putri mawar'

Namun tak seperti julukannya, ia berdiri di kekaisaran, dengan singgasana penuh darah. Ia menjadi ratu, dan mengubah peraturan.

"Bunga mawar penuh arti, maka aku menyukai bunga mawar putih, kalian juga punya mawar kesukaan kalian sendiri bukan? Datanglah dengan setangkai bunga mawar, dan aku akan mengabulkan nya" Hanya itu, yang ia sampaikan kepada rakyat rakyat nya.

Setelah hari itu, rakyat berbondong bondong masuk ke istana, menggengam satu tangkai mawar. Tapi tidak ada yang dikabulkan oleng ratu.

Seorang pemuda memberanikan diri. Ia memetik satu tangkai bunga mawar liar, sampai sampai tangannya berdarah karna durinya

Ia menghadap ratu

Sang ratu melihat tangannya, dan tersenyum. "Banyak sekali orang orang yang menemuiku, tapi tidak ada yang semiskin dirimu. Mawar liar?kau bercanda?"

Sang pemuda terduduk dan berkata "maaf ratu, mungkin dimatamu aku hanya bunga liar, sama seperti bunga ini. Tapu jika ratu mengizinkan, aku tidak akan pernah menusuk ratu"

"Lalu, apa yang kau inginkan?"

"Diskriminasi semakin parah, ratu!"

"Maksudmu kau kesini demi kepentingan orang lain dan bukan dirimu?"

"Iya, ratu."

"Hanya itu?"

Sang pemuda mendekat, para ksatria mengarahkan tombak nya ke leher sang pemuda itu.

"Itu lebih baik dari tumpukan bunga mawar"

Sang ratu tak mengerti. 

"Baiklah, diskriminasi adalah hal yang mudah bagiku. Setelah selesai, datang lah ke istanaku."

Setelah hari itu, sang pemuda pergi. Ratu benar benar menghapus diskriminasi antar rakyat jelata dan bangsawan.

Sang pemuda kembali ke istana. 

Sang pemuda mengajarinya kehangatan, keceriaan, dan mengisi kekosongan.

"Kau adalah mawarku, indah dan lembut." Kata sang ratu saat sedang bersantai dengan pemuda itu

Kemudian suatu hari, pemuda itu bertemu perempuan. Seorang rakyat jelata.

Sayangnya pemuda itu jatuh cinta kepada wanita itu, dia meninggalkan sang ratu, sendirian kembali.

"Apa salahku? Kau milikku!"

Sang pemuda menggengam tangan wanita itu 

"Maaf, bunga ini tanpa sadar menajamkan durinya, selama ini aku tak mencintai mu. Kau masih memiliki setumpuk bunga mawar bukan?" Sang pemuda pergi.

Sang ratu tersenyum. Dia bergumam "pada akhirnya bunga nya layu tetapi durinya masih bertaha. Pertahanan tidak berguna jika dihadapkan dengan pisau."

Dan sang ratu memulainya lagi, mencari bunga liar, untuk di sayat kembali.

.

.

.

___________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen 2: Pelukis Dengan Cat Merah

 Hal yang penting yang kau lupakan adalah akhir bagimu-' Hebat, bagaimana bisa lukisan ini sangat hebat. Lukisan di depanku ini sangat ingin ku miliki.  Hey, bukan apa apa, aku hanya mengaguminya. Ku putuskan untuk menemui pelukisnya "Hai! Lukisan mu sangat indah, aku suka dan aku ingin memilikinyaa" Pelukis itu melihat ku, dan berkata "aaah, banyak sekali orang orang yang datang kepadaku untuk mengatakan hal yang sama. Maaf, aku tak menjualnya." "Huft, berapapun harganya aku ingin membelinya!!" Kesalku "Bagaimana jika gantinya kau menjadi inspirasi untuk lukisanku berikutnya?" Katanya mulai membalikkan badannya "Inspirasi? Apa maksudmu?" "Aah, maksudku, bisakah kau menjadi sumber untuk lukisan ku? Aku kehabisan cat untuk lukisan selanjutnya" "Maksudmu aku yg membelikan cat nya? Oke asalkan aku dapat satu lukisan mu"  Dia bergumam sambil melangkah pergi "yah, kalau kau masih bisa pergi" Aku bingung. ses...